Wadah pengembangan diri melaui tulisan; sebuah wasilah untuk mengembangkan dan mengeksplorasi diri tentang dari mana, untuk apa dan akan kemana hakikat hidup ini.
Akhirnya hari itupun tiba
Hari dimana saya harus mengakhiri sendiri masa bekerjaku di perusahaan PT. Agri Makmur Pertiwi. Semenjak 2011 hingga saat ini ada begitu banyak cerita yang saya alami bersamanya. Mulai sejak diangkat sebagai karyawan kontrak, hingga menjadi staff permanen.
Namun, dengan alasan merasa belum memberikan banyak banyak kontribusi bagi perusahaan, maka akhirnya saya mengambil keputusan untuk berhenti bekerja di perusahaan ini.
Tidak mudah memang, tapi inilah hidup. Mesti adapilihan yang harus diambil. Terlalu banyak beban yang akan saya pikul jika berlama-lama untuk mengambil keputusan ini. Hal utamanya adalah keluarga.
Tinggal jauh dari keluarga merupakan beban yang sangat berat bagi diri saya. Apalagi sang istri juga bekerja dan berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Akan sangat sulit bagi kami berdua untuk tinggal bersama. Sementara anak kami juga di tahun ini beranjak memasuki bangku sekolah dasar.
an akhirnya, sejak maret 2011 sampai Juni 2019 esok, masa kerja saya di PT. Agri Makmur Pertiwi pun akan berakhir.
Petani Modern
Lembah Napu dan Kubis
Lembah Napu merupakan salah satu daerah dataran tinggi yang berada di Propinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Poso. Kata "Napu" sendiri merupakan penamaan dari lembah yang terdiri dari beberpa kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Lore Utara dan Lore Timur.
Kedua kecamatan ini merupakan wilayah yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai area pertanian, khususnya tanaman hortikultura. Meliputi tanaman kubis, wortel, sawi petsai, kentang, tomat, cabe keriting, buncis, hingga bawang merah. Namun yang menjadi komoditi yang paling besar jumlahnya ditanami adalah kubis.
Sejak 2 tahun terakhir Benih Pertiwi mulai menggarap kegiatan promosi benih kubis secara serius. Hal ini ditandai dengan ditempatkannya 1 man power dengan jabatan agronomist di wilayah ini.
Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merebut market share benih kubis dengan nominal sekitar 500kg benih. Waww, jumlah yang memang tidak sedikit.
Untuk itu sangatlah wajar jika energi yang disalurkan untuk aktifitas promosi di lembah Napu perlu dioptimalkan.
