Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Nasehat vol. 1

Ditahun keduaku bekerja.

Banyak cerita yang ku lewati bersama rekan2 seperjuanganku di tempatku bekerja. Sejak saya mulai dijadikan sebagai karyawan kontrak sampai pada staf permanen, ada ribuan cerita yang menjadi kenangan indah maupun pahit.
Seperti itulah duniaku, mungkin duniamu juga begitu. Rutinitas yang saya lakukan sepertinya tidak jauh berbeda dengan yang kalian lakukan.
Ada suka maupun duka. Pahit manisnya terasa disetiap detik, menit, jam, dan hari. Tinggal bagaimana saja kita menyikapinya.
Hari ini berprestasi, bisa jadi besok mendapatkan sangsi.
Hari ini dipuji, bisa jadi besok dicaci.
Hari ini gembira, bisa jadi besok berduka.
Hari ini tertawa, bisa jad besok kecewa.
Inilah hidup. Tidak ada hidup yang tidak diuji.
Nilai manusia ditentukan oleh bagaimana sikapnya terhadap apa yang dihadapinya.
(Al-Baqarah):155 - Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Belalang dalam Kotak

Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya...

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya...“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”.

Namun belalang itu malah berbalik bertanya.... “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Tuhan tidak bermain facebook

Artikel ini adalah tulisan seorang penulis blog tempointeraktif (http://blog.tempointeraktif.com) bernama qaris.

Lihat artikel asli disini.

______________________________________________

Di Facebook saya mencari Tuhan. Setelah memasukkan kata “Tuhan” di kolom pencarian, muncul sebuah akun. Tapi itu bukan milik-Nya (dengan N kapital), melainkan kepunyaan sebuah band dari Turki. Entah apa arti tuhan dalam bahasa Turki, karena di kamus online saya tak menemukannya.


Kalau pun ada Tuhan di Facebook, itu adalah akun dan fanpage yang dibuat oleh para penggemar Tuhan. Hal yang sama terjadi di Twitter.

Saya gagal mencari Tuhan di dunia maya.

Mungkin Anda bertanya, kenapa saya iseng mencari Tuhan di jejaring sosial, meski semua orang waras tahu, pencarian itu akan gagal. Keisengan itu muncul karena saya tergelitik sejumlah status (FB, Yahoo! Messenger, BlackBerry Messenger, dan tweet) dalam bentuk doa.

Kenapa orang berdoa di Facebook dan Twitter, jika Tuhan tak ada di media sosial?