Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Memaksimalkan Potensi Diri dengan Perkembangan Teknologi Kekinian

Tepat hari Rabu, 24 Desember 2025 saat ini saya sedang duduk nongkrong di salah satu kedai kopi bermerek, beralamat di jalan I Gusuti Ngurah Rai - Palu. Tempatnya nyaman, alunan musik tidak terlalu berisik, genrenya kekinian. Dilhat dari pengunjungnya, sepertinya orang2 yang bukan pengangguran. Eits, tapi bukan ini fokus pembahasan yang akan saya ulas. Sesuai judul di atas saya akan menceritakan sedikit pengalaman yang berkaitan dengan penggunaan AI untuk produtivitas. Kebetulan saja saya nulis (ngetik) artikel ini di kedai kopi yang sudah saya deskripsikan sebelumnya.

Artifisial Intelligense (AI) menurut saya adalah salah satu tools modern yang sangat membantu dan meningkatkan kinerja manusia, bahkan bisa menjadi alat yang akan menggantikan peran manusia dalam beberapa peran tertentu, misalnya analisis data, menghitung, membuat laporan, dan lain sebagainya. Hal ini seperti pistol bermoncong dua, sudah bukan lagi pedang bermata dua. Ya... pistol, karena potensinya lebih besar jika hanya dibandingkan dengan sebuah pedang. Moncong yang satu ke arah target sasaran sedangkan moncong lainnya mengarah ke kepala kita. Yup... kepala, krn bisa bepotensi headshot alias super mematikan. Apa alasannya? Sebab jika tidak digunakan secara bijak alat ini justru akan memarginalkan peran kita sebagai manusia.

Berdasarkan hal tersebut konteks saya dalam tulisan ini adalah untuk memberikan saya kesadaran penuh akan pentingnya menguasai kemajuan teknologi AI saat ini. Mengapa tidak, AI ini hampir semuanya bisa diakses oleh setiap orang karena aplikasi ini sangat mudah diakses melalui perangkat gadget kita sendiri, baik melalui hanphone, tablet maupun laptop. Inilah yang saya coba tekankan kepada saya maupun orang-orang yang berada disekitar saya, bahwa ada potensi bahaya jika kita tidak betul-betul melek dengan AI ini.

Bagi diri saya pribadi sebagai salah seorang yang bekerja dengan laptop ini menjadi perhatian khusus bagi saya. Saya harus mengoptimalkan atau bahkan memaksimalkan penggunaan AI ini. Tujuannya tidak lain adalah membantu dan meningkatkan kinerja saya agar segala tanggungjawab yang mesti saya selesaikan bisa tuntas dengan baik dan sesuai harapan.

Banyak hal yang harus sering saya pelajari tentang AI ini, karena setiap saat alat ini selalu mengalami pemutakhiran. Jika kita tidak bisa mengikuti perkembangan maupun update informasi tentangnya maka akan banyak hal yang bisa membuat kita tertinggal.




Golongan Putih dan agama

Menyambung tulisan saya sebelumnya tepat sehari yang lalu di tanggal 15 April 2019 mengenai Golput. Saya sempat menyinggung tentang sikap golput yang dipilih karena keyakinan terhadap suatu prinsip, misalnya salah satunya adalah agama. Perlu saya jelaskan bahwa hal ini dikaji dalam sudut pandang pemahaman seseorang terhadap "demokrasi".
Dalam Islam sendiri ada kelompok yang secara hukum syariat mengklaim bahwa sistem demokrasi adalah sistem yang yang haram. Sehingga apa saja yang terkait dengannya jatuh pula pada status haram, dan pemilu adalah bagian dari demokrasi yang hukumnya juga haram.
Mengapa demokrasi haram?

Melihat dengan Rabun

Mata adalah organ penting bagi manusia, termasuk dalam salah satu dari lima indra yang menghubungkan manusia dengan dunia sekitarnya. Bisa dibayangkan jika organ ini rusak atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Kontak manusia dengan dunia luar secara visual akan terputus.

Sebagai seorang karyawan yang kerjaannya terkadang menggunakan alat multimedia, tentu mata menjadi modal utama dalam bekerja. Tanpa pengelihatan yang baik, tentunya kinerja pun akan menurun.

Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu kesehatan mata saya pun menurun. Mata saya mengalamai miopi alias rabun jauh. Butuh alat bantu pengelihatan dalam melakukan aktivitas keseharian, yah, tentunya adalah kaca mata.

Tulisan ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi kawan-kawan pembaca sekalian agar selalu menjaga kesehatan mata.

Membaca Part 3 (Penutup)

Sebelumnya di “membaca part 1” saya menulis bahwa tidak semua informasi yang ada perlu dibaca. Memang demikian, sebab kita perlu memilah-milah informasi yang perlu kita baca. Kadang orang akan tertarik membaca jika tulisan yang dibacanya menarik dan bermanfaat bagi sang pembaca. Mudah-mudahan tulisan ini ada yang mau baca… heee… :P

Kata pak guru saya di SD lalu. Salah satu ciri tulisan yang menarik untuk dibaca adalah tulisan yang kontennya berisi informasi yang memberikan nilai tambah bagi pembaca. Entah itu yang berisikan informasi Iptek, spiritual, humor penghilang stress, bahkan hal-hal yang berbau misteri sekalipun.

Sekarang sumber bacaan sudah sangat banyak apalagi dengan berkembangnya bidang telekomunikasi dan informatika. Sangat mudah bagi kita mengakses berbagai macam sumber bacaan, baik yang postif maupun yang negatif. Hanya dengan menekan tombol ‘search’, judul dan deskripsi bacaan yang kita inginkan terpampang di depan kita.

Petaniku yang terjajah

Sudah 66 tahun Negara ini merdeka, tapi sayangnya sektor agribisnis dan agroindustri yang mejadi unggulan negeri ini masih didominasi oleh asing, terutama benih dan pestisida. Namun yang menjadi sorotan utama dalam tulisan ini adalah benih.

Meskipun saat ini telah bermunculan banyak perusahaan benih nasional, namun masih belum mampu menyaingi dominasi perusahaan-perusahaan benih kaki tangan asing. Padahal tidak sedikit para breeder benih yang bekerja di perusahaan modal asing adalah putra-putri bangsa ini.

Membaca Part 2


Ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya (membaca part 1).
Hmmmm, membaca tulisan-tulisan para blogger menyenangkan juga ya, banyak info2 menarik yang bisa menambah wawasan sekligus inspirasi untuk menulis. Yeaahhh, meskipun tulisan yang saya buat tidak terlalu menarik untuk dibaca, tapi tulisan-tulisan ini menjadi kepuasan tersendiri bagi saya untuk meluapkan segala susatu yang ada dikepala saya.

Uppss, lupa judul dari tulisan ini adalah membaca part 2, jadi isinya harus yang berhubungan dengan membaca ya…

Membaca Part 1


Jika hari ini negara-negara lain (baca; maju) getol mengkampanyekan kepada masyarakatnya untuk gemar menulis. Namun sebaliknya, hari ini negara kita masih berusaha membuat masyarakatnya untuk gemar membaca. Yah, begitulah memang keadaan kita. Tidak usah jauh-jauh kita mengambil contoh, untuk saat ini pun mungkin anda sebagian kecil dari banyak orang yang mau ogah membaca tulisan ini. Heehehe… syukurlah.


Memang sangat sulit bagi kita untuk memulai kebiasaan membaca. Apalagi kalo tulisannya buanyak, hurufnya kecil-kecil, tidak ada gambarnya lagi…. Hedeeeeeehhhhh