Ketika ghirah itu kembali

Ketika Ghirah itu Kembali

Senin pagi di awal bulan Februari 2015, hari ini saya sudah membuat janji bersama salah satu teman lamaku yang dulu pernah bersama-sama berafiliasi Lembga Dakwah Kampus. Dia adalah Ari Fahry.
Tujuan kami hari ini adalah melakukan field trip ke daerah Napu. Ada beberapa agenda penagihan yang akan saya kerjakan disana. Namun, beberapa hari terakhir da desas-desus bahwa di wilayah Kabupaten Poso sedang ada operasi keamanan. Makanya say mengajak Ari untuk menemani perjalananku.
Ketika mengajak kawan lamaku ini seakan ada energi yang mengisi kembali jiwaku yang sudah lama mengalami stagnasi. Energi itu adalah energi yang dulunya pernah mengisi tubuh inj, namun seiring berjalannya waktu, seakan ia menguap mengering di dalam hati ini. Energi itu adalah energi keimanan dan ketaqwaan yang kuat.
Bersama kawanku Ari seakan saya kembali menjalankan aktivitas yang sudah lama saya tinggalkan. Dan, akhirnya semangat itu kembali. Maka benarlah apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw, bahwa dengan siapa kita bergaul, maka hal tersebut juga akan menentukan keimanan kita.

#MyTrip

Wuasa, 03 Februari 2015

Optimis untuk hasil yang lebih baik

Di tahun 2015 tim Marketing Sulawesi Tengah akan mendapatkan satu orang Man Power, yaitu Mirdat. Beliau adalah salah satu staf marketing yang sebelumnya ditempatkan di wilayah Kabupaten Jeneponto. Selain itu, Mirdat juga alumni Fakultas Pertanian Universitas TADULAKO. Jadi sebetulnya si Mirdat pulang kampung.
Dengan bertambahnya satu orang tersebut, terjadi perubahan posisi dan jabatan. Haerul Badar yang sebelumnya ditempatkan di Kab. Sigi bergeser ke Kab. Tojo UnaUna. Saya yang sebelumnya menjabat Marketing Eksekutif menjadi Product and Marketing Development. Mirdat sebagai Marketing Eksekutif yang baru.
Semoga dengan reformasi ini bis memberikan perubahn positif yang lebih besar. Aamiin!

Terbang Gratis ke Borneo


This is my first time on free flight to Syamsuddin Noor Air Port, Banjarmasin. Seperti itulah letupan perasaan saya saat ini ketika akan menuju ke Surabaya.
Dari rumah saya diantar oleh istri sekitar pukul 9.40wita menuju bandara Mutiara Sis Al Djufri Palu. Sambil menunggu jadwal terbang JT 0857 tujuan Surabaya, kami makan pagi (red: menjelang siang) di salah satu cafe bandara.
Tujuan saya ke Surabaya kali ini untuk menghadiri Annual Meeting perusahaan yang setiap tahun selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Sembari ngobrol santai tak lama kemudian panggilan untuk menaiki pesawat sudah terdengar. Saya dan istriku pun berpamitan.
Setelah 1 jam di udara, waktu telah menunjukkan sekitar pukul 12 siang. Tak lama kemudian pilot mengumumkan bahwa landasan pacu Bandara Juanda Surabaya mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan sekitar 3 jam atau ditutup sampai pukul 15.00 Wib, sehingga pendaratan dialihkan ke Banjarmasin tepatnya di Bandara Syamsuddin Noor. Nah, disinilah pengalaman pertama saya terbang gratis sekaligus menginjakan kaki di pulau Kalimantan.
Dari sekian banyak penumpang tidak sedikit yang mengeluh. Tetapi ada juga yang seperti saya, merasa senang sebab menjadi pengalaman menariknya terbang gratis ke daerah yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

#MyTrip