Melihat dengan Rabun

Mata adalah organ penting bagi manusia, termasuk dalam salah satu dari lima indra yang menghubungkan manusia dengan dunia sekitarnya. Bisa dibayangkan jika organ ini rusak atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Kontak manusia dengan dunia luar secara visual akan terputus.

Sebagai seorang karyawan yang kerjaannya terkadang menggunakan alat multimedia, tentu mata menjadi modal utama dalam bekerja. Tanpa pengelihatan yang baik, tentunya kinerja pun akan menurun.

Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu kesehatan mata saya pun menurun. Mata saya mengalamai miopi alias rabun jauh. Butuh alat bantu pengelihatan dalam melakukan aktivitas keseharian, yah, tentunya adalah kaca mata.

Tulisan ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi kawan-kawan pembaca sekalian agar selalu menjaga kesehatan mata.

Panen Jagung Pertiwi-2 di Gorontalo

BENIHPERTIWI.CO.ID – Gorontalo dikenal sebagai salah satu sentra jagung nasional. Peran Jagung Gorontalo, tidak hanya mensuplai kebutuhan dalam negeri namun juga ekspor ke luar negeri.
Salah satu kelompok tani yang musim lalu berhasil melakukan panen jagung adalah kelompok tani Stansa dari kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Dengan anggota sebanyak 32 orang dan luas lahan 33 hektar. Kelompok tani Stansa berhasil melakukan panen raya jagung Pertiwi-2.
Padahal menurut wakil bupati Kabupaten Gorontalo, H. Fadli Hasan St, MSi, yang hadir dalam acara Panen Raya Jagung Hibrida Varietas Pertiwi-2 tersebut, menyampaikan Gorontalo sebelumnya mengalami beberapa kali gagal panen. Wakil bupati berharap, panen raya tersebut menjadi awal kebangkitan petani Gorontalo.

PEKAN PERTANIAN in memory

Taman GOR, 08-14 Mei 2007 in memory 

Ini adalah tulisan yang dibuat dengan tujuan agar para membaca bisa mendapatkan inspirasi dibalik kisah nyata dari pengalaman kami. Inilah kisah anak-anak Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Faperta Untad) yang nekat dan bermodal dengkul yang ingin dan telah mencetak sebuah prestasi luar biasa.

Jika kalian pernah mendengar kisah tentang seseorang yang hanya bermodalkan semangat untuk mewujudkan cita-cita yang luar biasa, maka kisah ini adalah salah satu dari sekian banyak kisah nyata yang menggambarkan kegigihan sekelompok anak muda yang dimotori oleh seorang arsitek ulung Pekan Pertania pertama di Faperta Untad. Ya, dialah Azwar, sesosok pemuda yang bertubuh kecil berkulit gelap, namun bernyali besar, yang mampu menciptakan Golden Era di masa kepemimpinannya sebagai ketua BEM saat itu. Digawangi oleh Voyet, Adri, Amin, Jasrin, Odat, Irawan, Rizal, Jeki, Ujeng, Mujianto, Fadhil, Saso, Hendri, Adi, Pajrin dan rekan-rekan mahasiswa pertanian lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu namanya disini. Mereka-merekalah energi yang mengaktualisasikan ide cemerlang sang arsitek di lapangan... Instruksi-instruksi yang diberikan oleh sang arsitek memang kadang kedengaran ganjil, aneh dan membingungkan.. Bahkan tidak jarang agak sedkit nekat, sampai terdengar desas desus ada yang sampai gadai motor.. hehehe. Mudah-mudahan itu tidak benar... Pro-kontra menegnai konsep kegiatan tidak jarang terjadi antara sang arsitek dengan rekan-rekannya yang lain, tetapi dengan semangat persaudaraan dan kesamaan visi, akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses....