Bulan depan saya genap 1 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil. SK pengangkatan 80% ter tanggal 1 Maret 2022. Setelah melewati ujian SKD dan SKB dipenghujung tahun 2021 akhirnya tepat tanggal 24 Desember 2021 saya dinyatakan lulus sebagai PNS di lingkungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebelumnya selama 10 tahun sejak Maret 2011 saya bekerja sebagai Karyawan Swasta di PT. Agri Makmur (8 thn), PT. Maju Makmur Utomo (1,5 thn) dan PT. Eureeka Great Nusantara (6 bulan). Tiga perusahaan tersebut menjadi tempat belajar bagi saya dalam dunia kerja. Alhamdulillah banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang saya dapatkan.

Formasi jabatan yang saya isi pada seleskis CPNS 2021 yang lalu adalah Pengawas Pupuk dan Pestisida, yang secara umum bertugas dalam melalkukan pengawasan terhadap penyediaan, penyaluran, dan penggunaan Pupuk dan Pestisida di Propinsi Sulawesi Tengah. Pengalama 10 tahunsaya di dunia industri benih, nutrisi/pupuk dan pestisda sangat memberikan pengaruh besar pada jabatan tersebut. 


#ASN_Berakhlak #PupukPestisida

Ganoderma "momok" bagi Petani Sawit

 Ganoderma “momok” bagi petani sawit

 Ganoderma adalah organisme eukariotik yang digolongkan ke dalam kelompok jamur sejati karena dapat bertahan lama di dalam tanah. Dinding selnya terdiri atas kitin, namun tidak memiliki klorofil. Jamur ini mendapatkan makanan dengan cara heterotrof, yaitu dengan mengambil makanan dari bahan organik di sekitar tempat tumbuhnya. Organisme ini bersifat saprofitik (dapat hidup pada sisa tanaman) karena akan berubah menjadi patogenik bila bertemu dengan akar tanaman kelapa sawit sehat yang tumbuh di dekatnya.

Jamur ini menjadi momok menyeramkan dalam dunia persawitan. Petani sawit akan merasa terganggu jika penyakit ini sudah menyerang tanaman mereka. Betapa tidak, begitu terjangkit jamur Ganoderma, maka selain produksi Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan drastis, pembentukkan bunga dan buah berkurang serta dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan pohon akan mati total serta meninggalkan inokulum Ganoderma yang siap menyerang sawit sehat di sekitarnya dalam jarak radius 200 meter.

Bagaimana ciri-ciri tanaman sawit terkena Ganoderma?

 

1. Lihat daunnya

Tanaman sawit sehat pasti memiliki pertumbuhan vegetatif tanaman lebih baik, dimana warna daun lebih hijau mengkilat. Akan tetapi jika Anda menemukan warna daun yang buram tidak mengkilat, layu seperti kekurangan air, warna daun menguning, serta terdapat bercak-bercak kuning pada daun (nekrosis), dapat dipastikan bahwa tanaman sawit tersebut terinfeksi jamur Ganoderma (penyebab penyakit busuk pangkal batang).


2. Pelepah pucuk pada daun

Jika pada pelepah pucuk paling atas lebih kecil daripada yang ada di bawah, maka dapat dipastikan tanaman tersebut terinfeksi jamur Ganoderma. Kalau gejala ini muncul, dipastikan tanaman sudah memasuki stadium 1.


3. Muncul miselia benang-benang putih

Gejala ini sudah memasuki stadium 2 dari penyakit busuk pangkal batang. Munculnya bisa dilihat dari tumbuhnya benang-benang putih pada pangkal batang dan akar. Pertumbuhan misilia juga menjadikan keadaan daun menjadi kering (nekrosis pada ujung daun).


4. Munculnya basidiokarp di akar

Hati-hati ketika melihat daerah seputar akar dan menemukan bentuk meyerupai tubuh buah jamur Basidiocotina. Kalau basidiokarp muncul, maka penyakit pangkal busuk pada tanaman sawit Anda sudah mencapai stadium 3.


5. Munculnya 3 daun tombak

Seramnya serangan jamur ini semakin parah kalau Anda menemukan 3 daun tombak yang tidak membuka pada pucuk serta berpatahannya pelepah dan anak daun yang mengering.


6. Pelepah Berpatahan

Perlu meningkatkan kewaspadaan jika sudah menemukan pelepah pada tingkat 4, 5, dan 6 sudah berpatahan. Seluruh daun juga akan berpatahan dan menggantung di pohon. Biasanya pada tahap stadium tersebut, pohon sawit sebenarnya tinggal menunggu matinya saja.


7. Tumbangnya Pohon

Daun menjuntai ke arah bawah disertai dengan ciri pangkal tanaman pun ikut patah merupakan tanda tanaman kelapa sawit mengidap penyakit jamur Ganoderma dan telah berada di tahap stadium 4. Ibarat kanker yang sulit untuk disembuhkan pada stadium ini, penyakit ini pun demikian.

Sumber artikel: klik disini

Kalsium atau calcium (Ca) bagi tumbuhan


Tanaman dalam kelangsungan hidupnya memerlukan nutrisi atau makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhannya. Nutrisi atau makanan bagi tanaman yang disebut dengan unsur hara secara garis besar dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Ada 6 jenis unsur hara makro yang berperan dalam laju pertumbuhan tanaman, yaitu : Nitrogen(N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan Sulfur (S). Ke enam jenis unsur hara tersebut semestinya dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup, tidak kekurangan juga tidak berlebihan.

Jika tanaman kekurangan atau kelebihan unsur hara, akibatnya adalah pertumbuhan tanaman yang abnormal. Salah satu unsur hara makro yang berperan penting pada pertumbuhan dan ketahanan tanaman adalah Calsium (Ca).

Serangan penyakit bisa terjadi kapan saja, baik dimusim kemarau maupun dimusim hujan. Namun kasus ini paling banyak terjadi pada musim hujan, terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Misalnya antraknosa, busuk batang, layu fusarium, layu bakteri dan lain sebagainya.

1. Memperkuat Daya Tahan Tanaman Terhadap Serangan Penyakit dengan Pupuk Kalsium

Unsur hara, sebagaimana kita ketahui berfungsi sebagai sumber nutrisi dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Selain itu, unsur hara juga berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.

Unsur hara yang dimaksud adalah unsur Calsium / Kalsium (Ca), unsur calsium memiliki peran yang sangat penting bagi tanaman dalam pertumbuhan maupun kesehatan fisik tanaman tersebut.

Kekurangan kalsium akan menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, tanaman wajib diberikan pupuk kalsium dengan kadar yang cukup (tidak berlebihan).

Pemberian pupuk kalsium dapat dilakukan pada saat pemberian pupuk dasar, pemupukan susulan maupun dilakukan dengan penyemprotan. Berikut ini cara pemberian pupuk kalsium pada tanaman ;

  • Lakukan pengecekan pH tanah, apabila pH rendah (dibawah angka 7.0), taburkan kapur pertanian/pupuk dolomit sesuai kebutuhan.
  • Gunakan pupuk yang mengandung kalsium sebagai pupuk dasar.
  • Lakukan pengecekan pH secara berkala, taburkan kapur pertanian/dolomit apabila dibutuhkan.d). Pupuk kalsium juga dapat diaplikasikan dengan penyemprotan.

2. Peran Unsur Calsium/Kalsium (Ca) bagi Tanaman

Peran unsur kalsium (Ca) sangat dominan, terutama pada titik-titik tumbuh tanaman seperti pucuk muda dan ujung akar. Kekurangan kalsium menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan menurunnya kualitas buah.

Gejala fisiologis akibat kekurangan kalsium (Ca) misalnya pecah buah pada semangka, busuk lunak pada mangga, ujung dan tepi daun mengering seperti terbakar pada kubis dan selada, busuk ujung buah pada tomat, bunga dan buah mudah gugur, tanaman mudah terserang penyakit jamur dan bakteri.

Sifat kalsium yang tidak mudah berpindah dari daun tua ke daun muda dan sebaliknya memudahkan kita untuk mendeteksi gejala kekurangan kalsium.

Gejala awal kekurangan kalsium dapat dilihat jika pada pucuk atau daun muda mengering seperti terbakar, busuk pada ujung buah dan berhentinya pertumbuhan akar. Unsur hara kalsium (Ca) dapat diperoleh pada produk pupuk kimia misalnya, nitrabor, calcinit, pupuk cantik, dolomit fitomic dan lain-lain.

3. Manfaat Kalsium (Ca) dalam Memperkuat Daya Tahan Tanaman dan Meningkatkan Hasil Panen

  • Mempercepat pertumbuhan daun dan batang tanaman
  • Meningkatkan zat hijau daun/klorofil
  • Meningkatkan hasil  Manfaat Kalsium (Ca) dalam Memperkuat Daya Tahan Tanaman dan Meningkatkan Hasil Panen
  • Mempercepat pertumbuhan daun dan batang tanaman
  • Meningkatkan zat hijau daun/klorofil
  • Meningkatkan hasil produksi tanaman
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit
  • Meningkatkan kualitas hasil panen
  • Hasil panen lebih tahan selama transportasi
  • Hasil panen lebih tahan lama dalam penyimpanan
  • Akar tanaman lebih cepat menyerap kalsium dan nitrat yang ada didalam tanah

4. Gejala Kekurangan Unsur Calsium (Ca) pada Tanaman

  • Pertumbuhan tanaman terhambat
  • Daun menguning, mengkerut, berukuran kecil dan mudah gugur
  • Bunga dan buah mudah rontok
  • Tanaman rentan terhadap serangan penyakit
  • Kualitas hasil panen rendah
  • Hasil panen mudah rusak/membusuk
  • Penyerapan unsur hara oleh akar tanaman terhambat
  • Efek Kelebihan Unsur Calsium (Ca) pada Tanah dan Tanaman

Beberapa efek samping kelebihan unsur calsium pada tanah dan tanaman antara lain ;

Mempengaruhi pH tanah, kelebihan kalsium dapat mengakibatkan tanah menjadi basa (ber pH tinggi). Seperti halnya pada tanah dengan pH rendah (masam), tanaman tidak mampu tumbuh secara optimal pada tanah basa (tanah ber pH tinggi).

Menghambat pertumbuhan tanaman, pada tanah basa tanaman akan tumbuh kerdil dan tidak mampu berproduksi secara optimal.

CaBion

CaBion adalah nutrisi yang mengandung unsur Calsium dan Boron. Kelebihan dari cabion ini yaitu larut 100% di dalam air, dapat dicampur dengan pestisida, dan hemat penggunaannya, 100gr untuk kebutuhan 200 Liter air.

----

Ditulis Oleh : Yulita P. Tangkeallo, SP   Penyuluh Pertanian BPP Sanggalangi’ Kab. Toraja Utara

Artikel ini sedikit kami modifikasi sesuai kebutuhan dan sasaran pembaca.

Sumber :  https://mitalom.com/ pupuk-kalsium-memperkuat-daya-tahan-tanaman/ terhadap-serangan-penyakit 

#mari_berbagai