Pemahaman saya tentang agama adalah jalan yang berbasis pada keyakinan pada Tuhan untuk menyembah-Nya dan hidup sesuai aturan yang dibuat-Nya. Manusia adalah salah satu ciptaan-Nya dalam bahasa arab disebutkan dengan mahluk, sementara pencipta disebut al-khalik. Sebagai mahluk harus (secara hakiki) akan tunduk kepada Sang Khalik. Namun karena mahluk dalam hal ini adalah manusia secara fitrah ingin mengetahui siapa yang menciptakannya, maka ia akan selalu mencari jalan untuk bisa mengakses ke pencipta atau minimal mengenali siapa Dia.
Di dunia ini ada banyak sekali metode untuk mengenali Tuhan, baik yang dibuat sendiri oleh manusia ataupun yang diklaim turun melalui pengetahuan ilahiah (ilmu dari langit) atau biasa disebut agama samawi. Dalam konteks ini, saya akan mengutarakan apa yang saya pahami tentang agama tadi yaitu penyembahan dan hidup sesuai aturan Tuhan.
Penyembahan terhadap Tuhan sangat banyak interpretasinya, baik itu menyembah langsung ke Tuhan maupun menyembah sesuatu yang memiliki akses ke Tuhan. Agama Islam sendiri sangat menitikberatkan pada penyembahan langsung tanpa perantara, hal ini diartikan sebagai ke-Tauhid-an. Sebab penyembahan kepada Tuhan adalah sesuai yang subtantif. Karena sangat subtantif, cara penyembahan yang benar menjadi point penting yang harus dipelajari dalam Islam.
Penyembahan terhadap Tuhan sangat banyak interpretasinya, baik itu menyembah langsung ke Tuhan maupun menyembah sesuatu yang memiliki akses ke Tuhan. Agama Islam sendiri sangat menitikberatkan pada penyembahan langsung tanpa perantara, hal ini diartikan sebagai ke-Tauhid-an. Sebab penyembahan kepada Tuhan adalah sesuai yang subtantif. Karena sangat subtantif, cara penyembahan yang benar menjadi point penting yang harus dipelajari dalam Islam.
Saya mendengar banyak pada penceramah, kiyai, ustad maupun guru ngaji menyampaikan bahwa Islam adalah agama samawi yang sudah ada sejak nabi Adam turun ke bumi. Namun ritual penyembahannya tidak sama dengan ritual agama yang sudah dibawa atau disyariatkan kepada nabi Muhammad. Contohnya saja seperti ritual sholat, terkait mengenai cara dan waktunya berbeda dari cara nabi adam beribadah dengan syariat yang dibawa oleh nabi Muhammad.
Dalam pemahaman agama, saya tidak hanya ingin sekedar memahami (faham) tapi saya ingin mencapai sebuah pengetahuan yang lebih dalam tentang ke-Tuhanan dalam islam. Orang-orang sufi menyebutnya Makrifatullah (mengenal Allah). Namun, saya berpendapat bahwa keyakinan saya akan Allah lebih ke orientasi pemahaman semesta. Jadi saya mengenali dan mencari Tuhan tidak hanya lewat kitab suci Islam tetapi dari metode membaca tanda-tanda alam yang saya dapatkan dari pengindraan saya, dan sudah sangat jelas pendapat saya ini sangat personality. Mungkin sekali bahwa pendapat saya ini memiliki pro-kontra. Karena bersifat personal maka saya pun sama sekali tidak akan memaksa orang lain (terutama yang beragama Islam) untuk menerima atau bahkan mengikuti apa yang telah saya pahami. Bisa saja beriringan dengan waktu saya pun akan berubah dan mendapatkan pemahaman lain diluar apa yang saya yakini saat ini.
Dalam pemahaman agama, saya tidak hanya ingin sekedar memahami (faham) tapi saya ingin mencapai sebuah pengetahuan yang lebih dalam tentang ke-Tuhanan dalam islam. Orang-orang sufi menyebutnya Makrifatullah (mengenal Allah). Namun, saya berpendapat bahwa keyakinan saya akan Allah lebih ke orientasi pemahaman semesta. Jadi saya mengenali dan mencari Tuhan tidak hanya lewat kitab suci Islam tetapi dari metode membaca tanda-tanda alam yang saya dapatkan dari pengindraan saya, dan sudah sangat jelas pendapat saya ini sangat personality. Mungkin sekali bahwa pendapat saya ini memiliki pro-kontra. Karena bersifat personal maka saya pun sama sekali tidak akan memaksa orang lain (terutama yang beragama Islam) untuk menerima atau bahkan mengikuti apa yang telah saya pahami. Bisa saja beriringan dengan waktu saya pun akan berubah dan mendapatkan pemahaman lain diluar apa yang saya yakini saat ini.
Menurut saya keyakinan dan pemahaman akan Tuhan akan sangat dinamis, namun trend perkembangannya harus positif. Meskipun nantinya grafik tersebut akan fluktuatif. Tapi saya akan menganalogikannya dengan grafik harga emas. Ada saat grafik tersebut naik, ada pula saatnya turun, tapi selalu akan menanjak dan seiring waktu tidak akan pernah kembali ke posisi awalnya yang rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar anda