Membaca Part 3 (Penutup)

Sebelumnya di “membaca part 1” saya menulis bahwa tidak semua informasi yang ada perlu dibaca. Memang demikian, sebab kita perlu memilah-milah informasi yang perlu kita baca. Kadang orang akan tertarik membaca jika tulisan yang dibacanya menarik dan bermanfaat bagi sang pembaca. Mudah-mudahan tulisan ini ada yang mau baca… heee… :P

Kata pak guru saya di SD lalu. Salah satu ciri tulisan yang menarik untuk dibaca adalah tulisan yang kontennya berisi informasi yang memberikan nilai tambah bagi pembaca. Entah itu yang berisikan informasi Iptek, spiritual, humor penghilang stress, bahkan hal-hal yang berbau misteri sekalipun.

Sekarang sumber bacaan sudah sangat banyak apalagi dengan berkembangnya bidang telekomunikasi dan informatika. Sangat mudah bagi kita mengakses berbagai macam sumber bacaan, baik yang postif maupun yang negatif. Hanya dengan menekan tombol ‘search’, judul dan deskripsi bacaan yang kita inginkan terpampang di depan kita.

Nah, sekarang yang perlu kita repaired adalah hasrat kita untuk membaca. Jika hasrat ini telah tumbuh dan berkembang di dalam diri kita. Selanjutnya kita mencoba untuk berkarya melalui tulisan. Hematnya, daripada cuma baca-bacca tulisan orang, mengapa kita tidak membaca tulisan kita sendiri??? Apalagi kalo tulisan kita bisa dibaca oleh banyak orang… weeehhhh, tentunya ada kepuasan tersendiri.

Menjadi seorang penulis tidak perlu harus berprofesi sebagai jurnalis maupun akademisi. Apapun profesi dan kedudukan kita, kita bisa menulis apapun yang ada di kepala kita. Minimal menuliskan sesuatu yang pernah kita alami. Sebab banyak orang yang senang membaca tulisan-tulisan yang menceritakan pengalaman pribadi seseorang, apalagi jika tulisan tersebut adalah pengalaman yang merupakan proses menuju kesuksesan.

So, jika anda tertarik dengan aktifitas menulis, awalilah dengan menulisakn hal sederhana.

Selamat Mencoba :)

--Ikbal Buntaran--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda